Senin, 23 Desember 2013

PNPM Bangkalan Tantang PNPM Sumenep, di Lapangan Futsal

Gambar 1: Dalam rangka kegiatan subreg Madura dan menjalin silaturrahim, PNPM Bangkalan mengadakan kegiatan pertandingan Futsal persahabatan melawan PNPM Sumenep.


pnpmbangkalan.blogspot.com - Bangkalan, Pertandingan ini diselenggarakan pada hari Rabu 18 Desember 2013 jam 18.00 di Lapangan Dafa Futsal, Kemayoran, Bangkalan. Agenda Futsal persahabatan ini terlebih dahulu di dengan ramah tamah di Kantor Posko PNPM Bangkalan yang tak kalah seru pula tak hanya PNPM Bangkalan saja yang menyambut kedatangan PNPM Sumenep tapi juga partisipasi UPK se-Bangkalan pun turut serta memeriahkan acara ini.

Semoga kedepannya tak sekedar persahabatan olahraga yang menjadi pertandingan, namun sebuah prestasi kinerja pemberbadayaan masyarakat oleh tim Fasilitator FK/FT yang menjadi ajang kompetisi prestasi dan inovasi.

#Salam Kompak by @pnpm_bangkalan






Senin, 25 November 2013

HASIL SELEKSI FASILITATOR TEKNIK T.A 2013

Berikut hasil seleksi aktif Calon Fasilitator Kecamatan Bidang Teknik yang lulus mengikuti seleksi, selanjutnya teman-teman untuk konfirmasi ke Telpon RMC IV Jatim (031-8437050), karena beberapa orang tadi sudah dihubungi via telpon RMU belum bisa. Pelatihan pratugas akan dilaksanakan pada tanggal 26 Nopember sd. 07 Desember 2013 bertempat di Royal Trawas Hotel & Cottages dsn Slepi, desa ketapanrame kec. Trawas kab. Mojokerto. telpon. 034388100, 0343881166
============================

HASIL SELEKSI AKTIF
CALON FASILITATOR  KECAMATAN  BIDANG TEKNIK PNPM MANDIRI PERDESAAN TAHUN ANGGARAN  2013
PROVINSI JAWA TIMUR

Rabu, 13 November 2013

Pelatihan BKAD dan BP-UPK

Membangun Profesionalitas Kerja, antara BKAD & BP-UPK


Gambar 1: Para peserta, OC dan SC tampak menawan, hehe 


pnpmbangkalan.blogspot.com, Prigen-Pasuruan, 25-27 September 2013 – Untuk meningkatkan kapasitas kerja dan menjaga kekompakan serta stabilitas etos kerja bagi Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dan Badan Pengawas - Unit Pengelola Kegiatan (BP-UPK) se Kabupaten Bangkalan, PNPM Bangkalan menyelenggarakan Pelatihan BKAD dan BP-UPK pada tanggal 25 September 2013 sampai dengan 27 September 2013, berlokasi di Foresta Inn Prigen Pasuruan. Dana penyelenggaraan Pelatihan berasal dari DOK Pelatihan Tahun Anggaran 2013 setiap kecamatan.

Senin, 11 November 2013

Membuka Peluang Usaha “Thiwul & Gathot”

Pelatihan Pembuatan ‘Thiwul & Gathots’, Kelompok SPP “Pang Macan”, Desa Soket Laok Kec.Tragah-Bangkalan Madura


pnpmbangkalan.blogspot.com, Tragah - Memasuki minggu pertama bulan April 2013, kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan melaksanakan pelatihan membuat thiwul. Thiwul merupakan jajanan pasar lokal dari bahan baku gaplek dari ketela pohon (singkong). Makanan ini sudah tidak asing lagi bagi penduduk Madura dan Jawa yang telah membudaya. Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kembali makanan khas lokal yang semakin jarang diperdagangkan. Pada kesempatan ini kelompok SPP Yasinan “Pang Macan” Desa Soket Laok Kec.Tragah mengadakan pelatihan membuat thiwul pada tanggal 3-5 April 2013. Kelompok SPP yang diketuai oleh Sudarwati dan anggotanya yang berjumlah 10-15 orang, terlihat antusias dalam mengikuti pelatihan.



Kondisi geografis Desa Soket Laok yang sebagian besar perladangan memiliki potensi besar. Masyarakat Desa sebagian besar berprofesi sebagai petani, hasil pertanian masih belum banyak dikembangkan secara produktif. Dalam hal ini pelatihan thiwul ini diharapkan dapat membuka peluang usaha guna meningkatkan produktifitas warga desa. Selama ini ketela pohon (singkong) hanya dijual dari hasil panen secara mentah, tanpa dioleh lebih lanjut. “Dengan pembekalan pembuatan thiwul ini kelompok SPP khususnya bisa mempelopori produktifitas gethuk khas Tragah”, kata Zaiful Amrin,S.Sos selaku PjOK Kec.Tragah.


Awalnya pesrta pelatihan memandang sepele dan kurang bersemangat, begitu mengikuti pengarahan terlihat perubahan pola pikir. Selama ini gethuk hanya dikonsumsi tanpa pengembangan sajian. “Pelatihan ini berupaya memberikan teknik pembuatan gethuk hingga pengembangan sajian yang menarik”, kata Hartatik Istining,SE dan Nasuha selaku pelatih yang didatangkan dari Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Sebelumnya Kec.Pronojiwo menjadi percontohan usaha ekonomi produktif PNPM-MPd di Kab.Lumajang sejak tahun 2007. Dalam hal ini, Ir.Wiwik Dwikorawati, MM., selaku Fasilitator Kabupaten menjadi inspirator pelatihan saat memberikan IST pada FK Kec.Tragah yakni Djoko Widijanto, S.Pd , mengenai pengembangan potensi lokal dan penyegaran kelompok SPP-UEP. Hal tersebut disambut gembira dan ditindak lanjuti oleh Zainal Ilmi,SE selaku Ketua UPK Kec.Tragah. 

          Pelatihan thiwul yang diselenggarakan oleh kelompok SPP Yasinan “Pang Macan”, juga memperkenalkan gatho instan. Dua jenis jajanan pasar ini sudah semakin jarang ditemui di penjual pasar, hal ini berhubungan dengan proses pembuatannya yang rumit dengan harga yang murah. Hampir semua pedagang dari beberapa desa di Jawa Timur susah mewariskan ketrampilannya dalam membuat thiwul dan gathot. Menjadi peluang usaha yang jelas di Kec.Tragah yang memiliki potensi bahan baku untuk mengembangkan kembali produk thiwul dan gathot instan.


PNPM-MPd Kec.Tragah telah memfasilitasi pelatihan pembuatan thiwul dan gathot instan, sebagai bentuk program pengentasan kemiskinan. Pada ranah ini kelompok SPP bisa memperkenalkan kembali jajanan pasar yang semakin langka tersebut. Pelatihan ini memberikan proses produksi secara detil, proses pembuatan thiwul sebagai berikut:

1. Gaplek dicuci sampai bersih, rendam selama 2 hari 2 malam dengan air mengalir

2. Setelah proses perendaman selesai gaplek ditiriskan hingga bau (apek) gaplek hilang

3. Gaplek dirajang tipis-tipis dan dijemur hingga kering
4. Selanjutnya, digiling menjadi tepung
5. Tepung gaplek ditaruh di nampan dan dikasih air sedikti demi sedikit lalu di interi
6. Hasilnya dijemur sampai kering, jadilah thiwul mentah
7. Thiwul dikukus sampai matang setelah matang dibiarkan sampai dingin
8. Dari hasil kukusan dipisahkan antara yang menggumpal dan berbentuk bulatan kecil       
9. Proses selanjutnya dibiarkan hingga kering
        10. Thiwul siap disajikan
Gambar 1: Proses pembuatan thiwul yang disaksikan oleh Faskab, Ir.Wiwik Dwikorawati, MM

Jumat, 18 Oktober 2013

SPESIALIS MIS GENERASI


Formasi Spesialis Management Information System (MIS) PNPM Generasi 
Provinsi Jawa Timur 


Kamis, 17 Oktober 2013

KELOMPOK TANI SALAK AMBUDI MAKMUR

Sulap Salak jadi 8 Macam Produk Olahan


Gambar 1: KANTAR AMBUDI MAKMUR. Sekretaris UPK. Kec. Bangkalan (kiri) dan Saniyah sedang merapikan administrasi kantor dan display produk-produk olahan salak kelompok

Profile Ambudi Makmur
pnpmbangkalan.blogspot.com - UKM Ambudi Makmur terdiri dari beberapa warga yang memiliki kebun salak. Tidak hanya warga di desa keramat saja yang tergabung pada anggota ambudi makmur ini tetapi juga diluar desa keramat. Keprihatinan ibu saniyah merupakan awal dari berjalannya usaha pengolahan salak ini, atas bantuan dinas setempat akhirnya anggota kolompok tani ambudi makmur mendapatkan pelatihan dan keterampilan untuk mengolah hasil kebun. Dodol dan sirup salak merupakan produk yang pertama kali diproduksi. Akan tetapi, buah salak masih melimpah ruah dan masih berceceran di kebun salak ketika panen raya, akhirnya ide untuk memproduksi varian baru yaitu kurma, kismis, minuman segar salak dan sekarang yang sedang dikembangkan adalah minuman saripati daun salak.

Selasa, 01 Oktober 2013

Personnel Specialist Jobs

Requires Soon!
Energy Specialist at the Regional Management Consultant (RMC)


Minggu, 22 September 2013

PENTINGNYA PERAN BADAN KERJA SAMA ANTAR DESA (BKAD)

MENGAWAL PELAKSANAAN
PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MP)


pnpmbangkalan.blogspot.com, Kamal - Keberadaan Lembaga Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) dalam PNPM-MP akan menentukan keberhasilan program, hal ini seperti yang telah disampaikan oleh Ketua BKAD Bapak M. Tasir Wahjono. Dalam mengawal setiap tahapan pada masing-masing kegiatan di Forum Musyawarah Antar Desa peran BKAD sangatlah penting dalam mengambil suatu keputusan yang dihasilkan dari keputusan bersama.
Gambar 1: Ibu Wiwik sedang memberikan arahan bersama Bapak M. Tasir Wahjono selaku ketua BKAD

Senin, 16 September 2013

Dibutuhkan Segera

pnpmbangkalan.blogspot.com

LOWONGAN FASILITATOR TEKNIK


Sumber: Iklan dari Surat Kabar Surya

Rabu, 28 Agustus 2013

In Service Training (IST)

Fasilitator Teknik dan Kader Teknis Dalam Rangka Training Need Assessment Modul Kader Teknis dan Analisis Masalah




pnpmbangkalan.blogspot.com, Socah – Regional Management Consultant (RMC) Wilayah IV yang membawahi Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selaku supervisior fasilitator PNPM, pada Jumat 23 Agustus 2013  Ir. Ichsan Hadjar (Spesialis Infrastruktur) mengunjungi lokasi PNPM Kabupaten Bangkalan tepatnya di kecamatan Socah.

Maksud dari kunjungan ini adalah dalam rangka umpan balik modul pelatihan Kader Teknik. hPeserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalag perwakilan Fasilitator teknik dari 10 kecamatan dan perwakilan kader teknik di kecamatan Socah. Difasilitasi oleh specialist infrastruktur yang didampingi oleh Fasilitator Teknik Kabupaten Bangkalan - Ratna paramita, ST -  dan asisten Fasilitator Teknik Kabupaten Bangkalan.

Selasa, 27 Agustus 2013

Turut Berduka Cita

Gambar 1: Much. "Joe" Affandi
pnpmbangkalan.blogspost.com, Bojonegoro:
"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un..
Kami dari keluarga besar PNPM-MP Bangkalan
Mengucapkan Turut Berduka cita atas meninggalnya saudara Much. "Joe" Affandi (FK Kokop)
Semoga Almarhum Much. "Joe" Affandi (FK Kokop) diberikan terang jalannya, mendapatkan tempat yang sempurna serta diampuni segala dosa-dosanya.
Mudah-mudahan diberikan kekuatan dan keihklasan lahir batin semua keluarga yang sudah ditinggalkannya .
Aaminn ya Robbal 'aalamiin"

Kamis, 22 Agustus 2013

Jujur dan Ulet Kunci Sukses Membina Kelompok SPP


Kerja Keras, Jujur dan Amanah, itulah modal UPK jika ingin berhasil


Gambar 1: Ibu Fatimah, Bendahara UPK Labang 


pnpmbangkalan.blogspost.com, Labang - Kata kata itulah yang dituturkan oleh lbu Fatimah, bendahara UPK Kecamatan Labang, yang ditemui di kantor UPK Kecamatan Labang pada kamis, 7 Desember 2012 lalu. Ibu Fatimah lahir di kota Bangkalan, 4 September 1962. Ibu Fatimah adalah sosok bendahara yang enerjik dan ulet dalam bekerja, baik di PNPM maupun di desanya.     
Sebelum menjabat sebagai bendahara UPK Kecamatan Labang, Ibu Fatimah adalah seorang Kader posyandu di desanya sejak tahun 1982 hingga sekarang, juga menjadi Kader Desa Siaga dan sebagai sekretaris PKK Desa. Wanita ini sering mengikuti lomba-lomba kader posyandu, lomba KELOMPEN CAPIR di tahun 1987 dan meraih juara l.
Pada tahun 2003, Program Pengernbangan Kecamatan (PPK) masuk ke Kecamatan Labang, Ibu Fatimah terpilih sebagai salah satu Fasilitator Desa (FD). Banyak suka duka yang dialaminya selama menjadi FD.

Kamis, 15 Agustus 2013

Safari Family

pnpmbangkalan.blogspost.com, Bangkalan - Hari ketupat yang bertepatan pada hari kamis 15 Agustus 2013 rutin dilakukan oleh Masyarakat indonesia dan lebih khusus lagi Masyarakat Bangkalan sepekan setelah hari Raya idul Fitri dijadikan acara momen safari family oleh teman-teman Fasilitator Kabupaten dan Kecamatan. Dalam acara kunjungan ini ke keluarga Fasilitator yang berdomisili di Bangkalan sambil menikamati hidangan hari ketupat, yang berkesempatan dikunjungi kali ini adalah keluarga Bapak Moh. Tari, S.Ag (FK Tanjung Bumi) red-maaf belum terdokumentasikan dan dilajutkan ke rumah Bapak Agus Seksiono, SE (FK Socah). Hari ketupat dijadikan momen membangun keakraban oleh teman-teman Fasilitator Kabupaten dan Kecamatan untuk lebih dekat lagi dengan keluarga Fasilitator yang berdomisili di Bangkalan.
Dalam hal ini Ibu Wiwik Dwikorawati selaku FasKab mengatakan "moment hari ketupat adalah peluang untuk saling membangun kedekatan dan mengenal tradisi daerah setempat".


Gambar 1. Di Rumah Pak Agus Seksiono, SE sambil menikmati hidangan

Rabu, 07 Agustus 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H


pnpmbangkalan.blogspost.com, 
Sayup terdengar gema takbir berkumandang
Membesarkan dan mengagungkan Yang Maha Suci
Bersihkan diri, sucikan hati kembali ke fitri di hari kemenangan
Segenap keluarga besar PNPM-Mandiri Perdesaan Kabupaten Bangkalan mengucapkan:
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriyah. Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu Minnaa wa Minkum.”

Kamis, 01 Agustus 2013

“Jus Keres Blega”

Minuman Komoditi Lokal Karya PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan Jawa Timur 2012-2013

Gambar  diatas Jus Keres Blega, sebelah kanan Ketua UPK dan Kepala Desa Ko’olan,
sekaligus ketua BKAD Kecamatan Blega Bangkalan. 

pnpmbangkalan.blogspost.com, Bangkalan 20/09/2012, Menjadikan Masyarakat Blega yang lebih maju dan berkembang adalah semangat tim work yang ada di dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan 2012-2013. Kinerja Fasilitator-UPK dan tim kerja terkait telah membuahkan hasil, salah satunya menampilkan karya berupa minuman berbentuk jus dari buah lokal yakni keres (muntingia calabura).

Keres atau sebagian orang menyebutnya kersen bagi masyarakat Blega sudah tidak asing lagi. Buah ini juga tumbuh subur di wilayah tropis (Jawa dan Madura). Pada umumnya buah keres tumbuh liar atau belum banyak dikembangkan manfaatnya. Dari sinilah tim PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Blega, memiliki ide kreatif untuk mengembangkan potensi buah lokal tersebut.

Rabu, 31 Juli 2013

ADANYA KONFLIK DALAM MASYARAKAT

AKIBAT LEMAHNYA KOMUNIKASI NON FORMAL


Nama                    : Mathari
Tanggal lahir       : Bangkalan, 25 – Nopember – 1976

Alamat                  : Jl. Raya Baeler Timur – Lombang Dajah  
                                  Kec. Blega-Bangkalan
Pendidikan          : SDN Lombang Dajah 0
                                 SMPN Blega
                                 SMAN Blega
                                 Universitas Darul Ulum – Jombang

Jabatan Di PNPM MPd
        Ø  FD PPK Desa Lombang Dajah Kecamatan Blega th. 1998 / 1999 
        Ø  Ketua UPK Kecamatan Blega th.1999 – sekarang
        Ø  Ketua Asosiasi UPK Kabupaten Bangkalan th.2005 – sekarang
        Ø  Bendahara POKJA RBM PNPM – MP Kabupaten Bangkalan

Pengalaman Organisasi :
Ø  Pengurus IPNU Kecamatan Blega
Ø  Bendahara MWC NU Kecamatan Blega
Ø  Ketua KTNA Kecamatan Blega
Ø  Pengurus KTNA Kabupaten Bangkalan
Ø  Ketua HKTI Kabupaten Bangkalan
Ø  Wakil Ketua HKTI Kabupaten Bangkalan
Ø  Ketua Oermas MKGR Kabupaten Bangkalan
Ø  Ketua Gapoktan Kecamatan Blega
Ø  Ketua Yayasan Miftahul Khoirot

Rabu, 24 Juli 2013

RUANG BELAJAR MASYARAKAT (RBM) MEDIA


Pengembangan Soft Skill Kapasitas Diri

pnpmbangkalan.blogspost.com, Prigen Pasuruan - Dalam upaya membentuk dan mengkapasitasi Pokja Pengembangan Media - Ruang Belajar Masyarakat (RBM) PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bangkalan mengadakan Pelatihan Media dan Jurnalis yang dilaksanakan pada tanggal 27 - 28 November 2012 bertempat di Tanjung Plaza Hotel Prigen Pasuruan. Pelatihan diikuti oleh 17 peserta yang terdiri dari 4 peserta perempuan dan 13 peserta laki - laki dari perwakilan 17 Kecamatan di Kabupaten Bangkalan.  Sebelumya dilakukan seleksi peserta yang potensial di masing - masing kecamatan yang mempunyai kemalpuan jurnalistik dan media oleh Fasilitator Kecamatan (FK) masing - masing. 
Pelatihan berlangsung selama 2 hari yang difasilitasi oleh praktisi media dan jurnalistik. Fasilitator dipilih dengan kriteria menguasai dan pengalaman dibidangnya dan juga mempunyai latar belakang dan budaya lokal artinya kadar kedaerahan masih kental dalam upaya untuk mempercepat proses transfer of knowledge kepada peserta pelatihan yang mempunyai latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda - beda.  Materi pelatihan meliputi : Pengenalan Media dan Jenis - Jenis serta Karakternya, Merumuskan Media Yang Cocok dengan wilayah Bangkalan, Pengenalan Jenis - Jenis Berita dan Karakter Tulisannya, Teknik Reportase dan Liputan, Teknik Penulisan Berita, Praktek Reportase dan Penulisan Berita serta Manajemen Redaksi.
Pak Supardi - perwakilan Kec. Kokop - OPTIMIS

PENYEGARAN FK & FT

Catatan Sebuah Pelatihan di Penghujung Tahun 


Surabaya - Dipenghujung tahun 2012 seluruh barisan fasilitator yang peduli dengan rumah tangga miskin yaitu sebanyak 1.168 orang  yang terdiri dari 276 fasilitator perempuan atau sebesar 24% dan 892 fasilitator laki - laki atau sebesar 76% yang tergabung kedalam PNPM Mandiri Perdesaan dan Generasi Sehat Cerdas (GSC) sudah kelar mengikuti Pelatihan Penyegaran bagi Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Teknik di 29 Kabupaten se Jawa Timur.  Pelatihan ini sebagai tindak lanjut dari hasil TOT yang sudah diberikan kepada Fasilitator Kabupaten pada pertengahan November 2012 lalu di Solo Jawa Tengah.
Ternyata laki-laki masih dominan menjadi Fasilitator di PNPM MP & GSC Jawa Timur

BLM Turun? Siapa Takut ...^_^

CERITA SUKSES SELAMATKAN PROGRAM MESKI BLM TURUN


Penetapan Dana: Beberapa usulan kegiatan yang dapat didanai
oleh PNPM MP sesuai uturan prioritas


Labang (baca; labéng) yang berarti pintu adalah sebuah Kecamatan yang berada di pesisir selatan Kabupaten Bangkalan Pulau Madura dengan luas wilayah 35,23km2 terdiri dari 13 Desa, baru 3 tahun ini wilayah ini serasa menjadi bagian utara kota Surabaya karena hanya 15 menit sudah bisa menginjakan kaki di kota pahlawan di banding menuju kota Bangkalan yang membutuhkan waktu 30 menit itupun setelah ada akses jembatan Suramadu, sebelumnya butuh hampir 1 jam! (bayangkan kondisi masyarakatnya).

DRAINASE LEBAK BARAT DESA SEPULU

PNPM Membangun Drainase, Selesaikan Problem Lingkungan

Dari tahun ketahun kepadatan pemukiman semakin meningkat, akibat semakin bertambahnya jumlah populasi manusia. Hal ini bukan hanya menjadi problem masyarakat perkotaan namun akhir-akhir ini masalah serupa sudah dialami masyarakat pinggiran (Kota Kecamatan) akibat bertambahnya bangunan-bangunan pemukiman seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk yang tidak disertai dengan perbaikan infrastruktur lainnya, penataan kawasan yang terkesan terlambat dan tidak menjangkau daerah pinggiran semakin memperparah kondisi suatu kawasan terutama di daerah kecamatan, hal ini berpotensi membuat masalah – masalah baik sosial maupun kesehatan.
Seperti yang terjadi di kecamatan Sepulu, tepatnya di dusun Lebak Barat Desa Sepulu yang merupakan kawasan padat penduduk, apalagi di situ terdapat pusat-pusat pendidikan, perkantoran dan juga terdapat pusat peribadatan karena akses menuju Masjid Jami’ terutama saat sholat Jumat dan hari besar Islam lainnya.

Selasa, 23 Juli 2013

PELATIHAN PENGAWAS & ADVOKASI

Jangan Jadikan Masalah Sebagai "aib" Pemberdayaan

Ir. Wiwik Dwikorawati, M.Si sebagai Fasilitator Kabupaten Bangkalan,
saa
t menyampaikan pembekalan

RBM kembali menggelar pelatihan yang sangat penting bagi keberlangsungan program PNPM MP yakni Pelatihan Community Base Monitoring atau Pelatihan Manajemen Pengawasan Berbasis Masyarakat dan Pelatihan Avokasi di Gedung PKPRI Bangkalan pada tangal 16-17 januari 2012.
Kedua pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pelaku-pelaku tingkat kecamatan dalam mengembangkan strategi pengawasan program yang partisipatif serta strategi-strategi penanganan masalah.
Pelatihan ini melibatkan peserta sebanyak 51 orang dari delegasi masing-masing kecamatan 3 orang dari unsur BKAD, PL dan Masyarakat. Untuk menghasilkan output yang diharapkan, beberapamateri diberikan diantaranya titik kritis pelaksanaan program mulai perencanaan, pelaksanaan dan pelestarianya, serta strategi penanganan masalah baik litigasi maupun non litigasi.

TRAINING FOR TRAINER

Pasca Pelatihan, TPM Harus Berperan Aktif di Kecamatan

Ratna Paramita, ST, dengan mantap menyampaikan materi kepada peserta pelatihan

Salah satu aspek penting dalam pemberdayaan adalah peningkatan kapasitas pelaku. Melalui pelatihan Tim Pelatih Masyarakat (TPM), PNPM Mandiri Perdesaan memproyeksikan pelaku-pelaku tingkat kecamatan yang mampu memfasilitasi pelatihan-pelatihan masyarakat di wilayahnya.
Menurut Ketua Pokja RBM Bangkalan, Moh. Sahuri, bahwa Kegiatan pelatihan untuk TPM ini merupakan satu dari empat paket kegiatan yang dikelola oleh dalam wadah Ruang belajar Masyarakat (RBM).
“Peserta diharapkan mampu memahami bagaimana mendesain sebuah kegiatan pelatihan, menyusun kebutuhan, merumuskan output pelatihan sekaligus merancang tindak lanjut pasca pelatihan,” lanjut Sahuri yang juga menjadi Ketua BKAD Kecamatan Blega ini pada cakra.
Berbagai materi terkait meningkatkan kemampuan TPM diberikan, meliputi 1. Ketrampilan dasar fasilitasi, 2. Mendesain pelatiahan, 3. Bina Suasana, 4. Praktek Fasilitasi dan mendesain alur pelatihan.
Pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Tanjung, Prigen – Pasuran pada tanggal 26-27 November 2012 ini melibatkan 51 peserta yang terdiri dari 3 orang masing-masing kecamatan.
“yang terpenting dari pelatihan ini adalah tindak lanjut pasca pelatihan, artinya masing-masing TPM harus terlibat aktif dalam setiap pelatihan masyarakat di masing-masing kecamatannya,” terang Ratna Paramita, salah satu pelatih yang juga Fasilitator Teknik Kabupaten Bangkalan usai memberikan materi.

KILAS KOTA

Lounching PNPM MP
Jawa Timur Tahun 2013


Gubernur Jawa Timur, Soekarwo saat memasuki ruangan
pertemuan disambut para pendekar pemberdayaan PNPM MP
Seluruh fasilitator baik tingkat Kecamatan hingga Kabupaten di undang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Jatim Expo, Jl. A. Yani Surabaya pada 02 Februari 2013 dalam acara peluncuran program PNPM Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2013.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur, Ir. Soekarwo, memberikan sambutan dihadapan ribuan para pendekar pemberdayaan yang dari pelosok kecamatan.
Menurut Pakde Karwo, panggilan akrab sang gubernur tersebut, bahwa ujung tombak pengurangan kemiskinan di Jawa Timur adalah bapak ibu konsultan.
“Pekerjaan fasilitator itu sangat mulia, sehingga saya do’akan masuk syurga karena banyak masyarakat memiliki kesadaran dari kondisi kemiskinanya terhadap potensi yang bisa dikembangkan dari diri masyarakat dan lingkungannya,” kata Soekarwo.

KILAS KOTA

PELATIHAN BKAD
2013, Tahun Kelembagaan

Bulan Januari 2013 ini PNPM MP Bangkalan menggelar seabrek pelatihan peningkatan pelaku, salah satunya adalah pelatihan bagi BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) pada 22-23 Januari 2013 di Aula  PKPRI Bangkalan.
BKAD memiliki peran yang signifikan dalam memfasilitasi pelaksanaan program di kecamatan. Terlebih lagi, BKAD juga menjadi ujung tombak dalam melakukan pelestarian hasil-hasil kegiatan PNPM MP.
Menurut Ketua Paguyuban BKAD se-Kabupaten Bangkalan, Moh. Sahuri, bahwa seharusnya PNPM MP juga memfasilitasi penguatan kelembagaan BKAD dari aspek legalitas paying hukumnya.
“Peran BKAD akan lebih maksimal jika posisi kelembagaannya legitimate secara hukum dan politik di mata pemerintah daerah,” jelas Sahuri saat ditemui usai mengikuti pelatihan.
Tahun 2013 ini dijadikan tahun konsolidasi penguatan kelembagaan bagi PNPM MP, melalui BKAD diharapkan selurug pelaku dan lembaga di kecamatan bisa sinergis dalam mensukseskan implementasi prinsip-prinsip program di Bangkalan.

KILAS KOTA

PELATIHAN BP-UPK
Peran BPUPK Belum Maksimal


Badan Pengawas UPK (BP-UPK) merupakan kelembagaan khusus yang berperan dalam melakukan pengawasan dan pembimbingan terhadap lembaga Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di tingkat kecamatan.
Posisi BP-UPK tidak jarang menimbulkan keresahan bagi UPK karena fungsi pengawasannya secara rutin terhadap kinerja pengurus dan pengelolaan keuangan di UPK.
Pelatihan BPUPK ini diselenggarakan di aula PKPRI pada 22-23 Januari 2013. Di Bangkalan, BPUPK belum menunjukkan peran yang maksimal dalam menjalankan fungsinya. Menurut Fasilitator Keuangan Kabupaten, Enhaz Meditiawan, SE, kinerja BPUPK di kecamatan belum menunjukkan peran seharusnya sehingga masih harus banyak ditingkatkan.
“Melalui pelatihan ini, BPUPK diharapkan mampu menemu kenali masalah dan kendala di lapangan yang mengakibatkan belum maksimalnya fungsi-fungsi BPUPK,” terang Enhaz.
Audit keuangan tidak harus dipahami sebagai kegiatan mencari kesalahan saja, lanjut Enhaz. “Tetapi harus dipahami sebagai pengembangan prinsip-prinsip transparansai dan akuntablitas serta meminimalisir munculnya kesalahan dalam pencatatan yang lebih parah,” jelasnya.

MENGAPA JALAN ASPAL KITA CEPAT RUSAK?









pnpmbangkalan.blogspot.com - Mengapa jalan aspal yang baru saja selesai dikerjakan sudah rusak? Ada yang terkelupas ada pula yang ditumbuhi rumput ?

Masih sering ditemui, jalan aspal (lapis penetrasi) yang baru saja selesai dikerjakan telah mengalami kerusakan. Beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan antara lain :
       1. Pada saat dikerjakan, permukaan telford lama tidak dibersihkan terlebih dahulu dari tanah,  bahkan dari rumput yang tumbuh di badan jalan;
       2. Kondisi telford lama tidak layak untuk ditingkatkan menjadi lapis penetrasi (aspal), biasanya sudah banyak timbunan tanah di badan jalan;
   3. Badan jalan tidak berbentuk punggung sapi sehingga saat hujan, air tidak segera kering tetapi justru menggenang pada badan jalan yang mengakibatkan aspal terkelupas;
4      4. Batu 3/5 dan 2/3 tidak menggunakan batu hitam hasil pecah giling, sehingga cepat rapuh;
5     5. Aspal yang digunakan tidak sesuai dengan takaran yang disyaratkan. Seharusnya tiap m2  menggunakan aspal 3,5 kg atau setara dengan 3 drum per patok atau 6 drum per 100 m,  dengan asumsi lebar jalan 2,5 m;
6      6. Cara pengerjaan yang keliru, terlebih lagi dikerjakan saat cuaca mendung bahkan hujan

Senin, 22 Juli 2013

Cegah Kecelakaan Berulang, Jalan di Aspal

TINGKATKAN POTENSI WISATA GUNUNG GEGER & PENDAPATAN MASYARAKAT


Subadar, Kepala Desa Geger Kecamatan Geger menyatakan bahwa saat ini perlu adanya pengembangan sarana dan prasarana di segala aspek untuk mengembangkan potensi daerah gunung geger. Mulai dari aspek pertambangan, pertanian dan pariwisata yang lebih produktif. Dengan begitu, diharapkan mampu memberikan nilai manfaat besar masyarakat sekitar Gunung Geger khususnya dan masyarakat umum.
“Mengingat Gunung geger sudah menjadi salah satu ikon wisata religi di kabupaten bangkalan, maka perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah terkait pembangunan disekitar wilayah Gunung geger ini mas, apalagi selain dapat menarik pengunjung  lebih  inten ketempat ini juga dapat menambah penghasilan masyarakat setempat,”ujar kepala Desa Geger.

TANGKIS LAUT SELAMATKAN PERAHU NELAYAN

Sukes Lawan Ombak, Nelayan Kwanyar Barat Bisa Tidur Nyenyak


TANGKIS LAUT: Kerja Keras Nelayan Bhagungan bersama PNPM  
Masyarakat dusun Bhagungan Desa Kwanyar Barat Kecamatan Kwanyar kini bisa tidur nyenyak, pasalnya mereka tak lagi merisaukan perahu-perahu yang ditinggal di pinggir laut meski malam ombak besar datang. Sejak adanya tangkis laut sebagai bangunan alat pemecah ombak, masyarakat yang banyak menggantungkan hidupnya dari hasil laut ini kini tak lagi khawatir perahu-perahu mereka rusak diterjang banjir saat ditinggal pulang.
Sejak Tahun 2009, Kecamatan Kwanyar dari 17 Kecamatan di Kabupaten Bangkalan menjadi lokasi sasaran program pembangunan nasional yang berbasis pemberdayaan ini (PNPM Mandiri Perdesaan), dengan alokasi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp. 3 Milyard. Sejumlah 16 Desa di Kwanyar berkompetisi untuk mengajukan usulan kegiatan agar dapat didanai oleh PNPM MPd, salah satunya adalah Desa Kwanyar Barat.

PERAN NYATA PNPM MANDIRI PERDESAAN TERHADAP PEMBANGUNAN DI KABUPATEN BANGKALAN

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kabupaten Bangkalan berawal dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) pada 1998. Hingga saat ini telah 14 tahun, dan sasaran programnya menjangkau 17 kecamatan yang meliputi 268 desa, dengan total nilai alokasi dana BLM sebesar Rp.193.750.000.000,-
Banyak prasarana dasar yang merupakan kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan dengan dana PNPM. Diantaranya prasarana jalan yang membuka akses daerah terisolir, jalan antar dusun yang menghubungkan dusun-dusun, jalan antar desa yang memudahkan akses ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Sarana jembatan, pendidikan, kesehatan, bahkan pelatihan-pelatihan yang meningkatkan kapasitas masyarakat dan pelaku program.
Sesuai dengan ruh PNPM, masyarakat difasilitasi mengelola sendiri (swakelola) kegiatan perencanaan, pendayagunaan dana pembangunan, pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan, pemeliharaan hasil kegiatan, serta pemanfaatan hasil-hasil pembangunan.

DANA TERSERAP MENCAPAI ANGKA HAMPIR 200 M
Jumlah hampir 200 M atau lebih tepatnya Rp. 193.750.000 tentu bukan jumlah yang kecil untuk mensukseskan pembangunan di Kabupaten Bangkalan.
Mulai Tahun Anggaran 1998/1999 Siklus 1 sampai Siklus 8 Tahun 2006, yang kemudian fase PNPM sampai Tahun 2012 angka tersebut sudah dicairkan untuk mendukung kesuksesan PNPM Mandiri Perdesaan, tentu angka yang relatif besar tersebut harus dibarengi dengan wujud konkrit pelaksanaan dan keberhasilan PNPM Mandiri Perdesaan.

Menurut Anda Usulan Yang Dibutuhkan Masyarakat Bangkalan Melalui PNPM?