Selasa, 23 Juli 2013

KILAS KOTA

PELATIHAN BP-UPK
Peran BPUPK Belum Maksimal


Badan Pengawas UPK (BP-UPK) merupakan kelembagaan khusus yang berperan dalam melakukan pengawasan dan pembimbingan terhadap lembaga Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di tingkat kecamatan.
Posisi BP-UPK tidak jarang menimbulkan keresahan bagi UPK karena fungsi pengawasannya secara rutin terhadap kinerja pengurus dan pengelolaan keuangan di UPK.
Pelatihan BPUPK ini diselenggarakan di aula PKPRI pada 22-23 Januari 2013. Di Bangkalan, BPUPK belum menunjukkan peran yang maksimal dalam menjalankan fungsinya. Menurut Fasilitator Keuangan Kabupaten, Enhaz Meditiawan, SE, kinerja BPUPK di kecamatan belum menunjukkan peran seharusnya sehingga masih harus banyak ditingkatkan.
“Melalui pelatihan ini, BPUPK diharapkan mampu menemu kenali masalah dan kendala di lapangan yang mengakibatkan belum maksimalnya fungsi-fungsi BPUPK,” terang Enhaz.
Audit keuangan tidak harus dipahami sebagai kegiatan mencari kesalahan saja, lanjut Enhaz. “Tetapi harus dipahami sebagai pengembangan prinsip-prinsip transparansai dan akuntablitas serta meminimalisir munculnya kesalahan dalam pencatatan yang lebih parah,” jelasnya.

MENGAPA JALAN ASPAL KITA CEPAT RUSAK?









pnpmbangkalan.blogspot.com - Mengapa jalan aspal yang baru saja selesai dikerjakan sudah rusak? Ada yang terkelupas ada pula yang ditumbuhi rumput ?

Masih sering ditemui, jalan aspal (lapis penetrasi) yang baru saja selesai dikerjakan telah mengalami kerusakan. Beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan antara lain :
       1. Pada saat dikerjakan, permukaan telford lama tidak dibersihkan terlebih dahulu dari tanah,  bahkan dari rumput yang tumbuh di badan jalan;
       2. Kondisi telford lama tidak layak untuk ditingkatkan menjadi lapis penetrasi (aspal), biasanya sudah banyak timbunan tanah di badan jalan;
   3. Badan jalan tidak berbentuk punggung sapi sehingga saat hujan, air tidak segera kering tetapi justru menggenang pada badan jalan yang mengakibatkan aspal terkelupas;
4      4. Batu 3/5 dan 2/3 tidak menggunakan batu hitam hasil pecah giling, sehingga cepat rapuh;
5     5. Aspal yang digunakan tidak sesuai dengan takaran yang disyaratkan. Seharusnya tiap m2  menggunakan aspal 3,5 kg atau setara dengan 3 drum per patok atau 6 drum per 100 m,  dengan asumsi lebar jalan 2,5 m;
6      6. Cara pengerjaan yang keliru, terlebih lagi dikerjakan saat cuaca mendung bahkan hujan

Senin, 22 Juli 2013

Cegah Kecelakaan Berulang, Jalan di Aspal

TINGKATKAN POTENSI WISATA GUNUNG GEGER & PENDAPATAN MASYARAKAT


Subadar, Kepala Desa Geger Kecamatan Geger menyatakan bahwa saat ini perlu adanya pengembangan sarana dan prasarana di segala aspek untuk mengembangkan potensi daerah gunung geger. Mulai dari aspek pertambangan, pertanian dan pariwisata yang lebih produktif. Dengan begitu, diharapkan mampu memberikan nilai manfaat besar masyarakat sekitar Gunung Geger khususnya dan masyarakat umum.
“Mengingat Gunung geger sudah menjadi salah satu ikon wisata religi di kabupaten bangkalan, maka perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah terkait pembangunan disekitar wilayah Gunung geger ini mas, apalagi selain dapat menarik pengunjung  lebih  inten ketempat ini juga dapat menambah penghasilan masyarakat setempat,”ujar kepala Desa Geger.

TANGKIS LAUT SELAMATKAN PERAHU NELAYAN

Sukes Lawan Ombak, Nelayan Kwanyar Barat Bisa Tidur Nyenyak


TANGKIS LAUT: Kerja Keras Nelayan Bhagungan bersama PNPM  
Masyarakat dusun Bhagungan Desa Kwanyar Barat Kecamatan Kwanyar kini bisa tidur nyenyak, pasalnya mereka tak lagi merisaukan perahu-perahu yang ditinggal di pinggir laut meski malam ombak besar datang. Sejak adanya tangkis laut sebagai bangunan alat pemecah ombak, masyarakat yang banyak menggantungkan hidupnya dari hasil laut ini kini tak lagi khawatir perahu-perahu mereka rusak diterjang banjir saat ditinggal pulang.
Sejak Tahun 2009, Kecamatan Kwanyar dari 17 Kecamatan di Kabupaten Bangkalan menjadi lokasi sasaran program pembangunan nasional yang berbasis pemberdayaan ini (PNPM Mandiri Perdesaan), dengan alokasi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp. 3 Milyard. Sejumlah 16 Desa di Kwanyar berkompetisi untuk mengajukan usulan kegiatan agar dapat didanai oleh PNPM MPd, salah satunya adalah Desa Kwanyar Barat.

PERAN NYATA PNPM MANDIRI PERDESAAN TERHADAP PEMBANGUNAN DI KABUPATEN BANGKALAN

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kabupaten Bangkalan berawal dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) pada 1998. Hingga saat ini telah 14 tahun, dan sasaran programnya menjangkau 17 kecamatan yang meliputi 268 desa, dengan total nilai alokasi dana BLM sebesar Rp.193.750.000.000,-
Banyak prasarana dasar yang merupakan kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan dengan dana PNPM. Diantaranya prasarana jalan yang membuka akses daerah terisolir, jalan antar dusun yang menghubungkan dusun-dusun, jalan antar desa yang memudahkan akses ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Sarana jembatan, pendidikan, kesehatan, bahkan pelatihan-pelatihan yang meningkatkan kapasitas masyarakat dan pelaku program.
Sesuai dengan ruh PNPM, masyarakat difasilitasi mengelola sendiri (swakelola) kegiatan perencanaan, pendayagunaan dana pembangunan, pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan, pemeliharaan hasil kegiatan, serta pemanfaatan hasil-hasil pembangunan.

DANA TERSERAP MENCAPAI ANGKA HAMPIR 200 M
Jumlah hampir 200 M atau lebih tepatnya Rp. 193.750.000 tentu bukan jumlah yang kecil untuk mensukseskan pembangunan di Kabupaten Bangkalan.
Mulai Tahun Anggaran 1998/1999 Siklus 1 sampai Siklus 8 Tahun 2006, yang kemudian fase PNPM sampai Tahun 2012 angka tersebut sudah dicairkan untuk mendukung kesuksesan PNPM Mandiri Perdesaan, tentu angka yang relatif besar tersebut harus dibarengi dengan wujud konkrit pelaksanaan dan keberhasilan PNPM Mandiri Perdesaan.

Menurut Anda Usulan Yang Dibutuhkan Masyarakat Bangkalan Melalui PNPM?