Senin, 10 Februari 2014
Senin, 23 Desember 2013
PNPM Bangkalan Tantang PNPM Sumenep, di Lapangan Futsal
![]() |
| Gambar 1: Dalam rangka kegiatan subreg Madura dan menjalin silaturrahim, PNPM Bangkalan mengadakan kegiatan pertandingan Futsal persahabatan melawan PNPM Sumenep. |
pnpmbangkalan.blogspot.com - Bangkalan, Pertandingan ini diselenggarakan pada hari Rabu 18 Desember 2013 jam 18.00 di Lapangan Dafa Futsal, Kemayoran, Bangkalan. Agenda Futsal persahabatan ini terlebih dahulu di dengan ramah tamah di Kantor Posko PNPM Bangkalan yang tak kalah seru pula tak hanya PNPM Bangkalan saja yang menyambut kedatangan PNPM Sumenep tapi juga partisipasi UPK se-Bangkalan pun turut serta memeriahkan acara ini.
Semoga kedepannya tak sekedar persahabatan olahraga yang menjadi pertandingan, namun sebuah prestasi kinerja pemberbadayaan masyarakat oleh tim Fasilitator FK/FT yang menjadi ajang kompetisi prestasi dan inovasi.
#Salam Kompak by @pnpm_bangkalan
Senin, 25 November 2013
HASIL SELEKSI FASILITATOR TEKNIK T.A 2013
Berikut
hasil seleksi aktif Calon Fasilitator Kecamatan Bidang Teknik yang lulus mengikuti
seleksi, selanjutnya teman-teman untuk konfirmasi ke Telpon RMC IV Jatim
(031-8437050), karena beberapa orang tadi sudah dihubungi via telpon RMU belum
bisa. Pelatihan pratugas akan dilaksanakan pada tanggal 26 Nopember sd. 07
Desember 2013 bertempat di Royal Trawas Hotel & Cottages dsn Slepi, desa
ketapanrame kec. Trawas kab. Mojokerto. telpon. 034388100, 0343881166
============================
HASIL SELEKSI AKTIF
CALON FASILITATOR KECAMATAN
BIDANG TEKNIK PNPM MANDIRI PERDESAAN TAHUN ANGGARAN
2013
PROVINSI JAWA TIMUR
Rabu, 13 November 2013
Pelatihan BKAD dan BP-UPK
Membangun Profesionalitas Kerja, antara BKAD & BP-UPK
| Gambar 1: Para peserta, OC dan SC tampak menawan, hehe |
pnpmbangkalan.blogspot.com, Prigen-Pasuruan, 25-27 September 2013 – Untuk
meningkatkan kapasitas kerja dan menjaga kekompakan serta stabilitas etos kerja
bagi Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dan Badan Pengawas - Unit Pengelola
Kegiatan (BP-UPK) se Kabupaten Bangkalan, PNPM Bangkalan menyelenggarakan
Pelatihan BKAD dan BP-UPK pada tanggal 25 September 2013 sampai dengan 27
September 2013, berlokasi di Foresta Inn Prigen Pasuruan. Dana penyelenggaraan
Pelatihan berasal dari DOK Pelatihan Tahun Anggaran 2013 setiap kecamatan.
Senin, 11 November 2013
Membuka Peluang Usaha “Thiwul & Gathot”
Pelatihan Pembuatan ‘Thiwul & Gathots’, Kelompok SPP “Pang Macan”, Desa Soket Laok Kec.Tragah-Bangkalan Madura
Pelatihan thiwul yang
diselenggarakan oleh kelompok SPP Yasinan “Pang Macan”, juga memperkenalkan gatho’ instan. Dua jenis
jajanan pasar ini sudah semakin jarang ditemui di penjual pasar, hal ini
berhubungan dengan proses pembuatannya yang rumit dengan harga yang murah.
Hampir semua pedagang dari beberapa desa di Jawa Timur susah mewariskan
ketrampilannya dalam membuat thiwul dan gathot. Menjadi peluang usaha yang
jelas di Kec.Tragah yang memiliki potensi bahan baku untuk mengembangkan
kembali produk thiwul dan gathot instan.
pnpmbangkalan.blogspot.com, Tragah - Memasuki
minggu pertama bulan April 2013, kegiatan Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan
melaksanakan pelatihan membuat thiwul.
Thiwul merupakan jajanan pasar lokal dari bahan baku gaplek dari ketela pohon (singkong).
Makanan ini sudah tidak asing lagi bagi penduduk Madura dan Jawa yang telah
membudaya. Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kembali makanan khas
lokal yang semakin jarang diperdagangkan. Pada kesempatan ini kelompok SPP
Yasinan “Pang Macan” Desa Soket Laok Kec.Tragah mengadakan pelatihan membuat thiwul
pada tanggal 3-5 April 2013. Kelompok SPP yang diketuai oleh Sudarwati dan
anggotanya yang berjumlah 10-15 orang, terlihat antusias dalam mengikuti
pelatihan.
Kondisi
geografis Desa Soket Laok yang sebagian besar perladangan memiliki potensi
besar. Masyarakat Desa sebagian besar berprofesi sebagai petani, hasil
pertanian masih belum banyak dikembangkan secara produktif. Dalam hal ini
pelatihan thiwul ini diharapkan dapat membuka peluang usaha guna meningkatkan
produktifitas warga desa. Selama ini ketela pohon (singkong) hanya dijual dari hasil panen secara mentah, tanpa dioleh
lebih lanjut. “Dengan pembekalan pembuatan thiwul ini kelompok SPP khususnya
bisa mempelopori produktifitas gethuk khas Tragah”, kata Zaiful Amrin,S.Sos
selaku PjOK Kec.Tragah.
Awalnya
pesrta pelatihan memandang sepele dan kurang bersemangat, begitu mengikuti
pengarahan terlihat perubahan pola pikir. Selama ini gethuk hanya dikonsumsi
tanpa pengembangan sajian. “Pelatihan ini berupaya memberikan teknik pembuatan
gethuk hingga pengembangan sajian yang menarik”, kata Hartatik Istining,SE dan
Nasuha selaku pelatih yang didatangkan dari Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Sebelumnya Kec.Pronojiwo menjadi percontohan usaha ekonomi produktif PNPM-MPd
di Kab.Lumajang sejak tahun 2007. Dalam hal ini, Ir.Wiwik Dwikorawati, MM.,
selaku Fasilitator Kabupaten menjadi inspirator pelatihan saat memberikan IST
pada FK Kec.Tragah yakni Djoko Widijanto, S.Pd , mengenai pengembangan potensi
lokal dan penyegaran kelompok SPP-UEP. Hal tersebut disambut gembira dan
ditindak lanjuti oleh Zainal Ilmi,SE selaku Ketua UPK Kec.Tragah.
PNPM-MPd
Kec.Tragah telah memfasilitasi pelatihan pembuatan thiwul dan gathot instan,
sebagai bentuk program pengentasan kemiskinan. Pada ranah ini kelompok SPP bisa
memperkenalkan kembali jajanan pasar yang semakin langka tersebut. Pelatihan
ini memberikan proses produksi secara detil, proses pembuatan thiwul sebagai
berikut:
1. Gaplek dicuci sampai bersih, rendam selama 2 hari
2 malam dengan air mengalir
2. Setelah proses perendaman selesai gaplek
ditiriskan hingga bau (apek) gaplek
hilang
3. Gaplek dirajang tipis-tipis dan dijemur hingga
kering
4. Selanjutnya, digiling menjadi tepung
5. Tepung gaplek ditaruh di nampan dan dikasih air
sedikti demi sedikit lalu di interi
6. Hasilnya dijemur sampai kering, jadilah thiwul
mentah
7. Thiwul dikukus sampai matang setelah matang
dibiarkan sampai dingin
8. Dari hasil kukusan dipisahkan antara yang
menggumpal dan berbentuk bulatan kecil
9. Proses selanjutnya dibiarkan hingga kering
10. Thiwul siap
disajikan| Gambar 1: Proses pembuatan thiwul yang disaksikan oleh Faskab, Ir.Wiwik Dwikorawati, MM |
.jpg)

